LOGO SEKOLAH MENENGAH AGAMA KATOLIK SANTO PETRUS KEWAPANTE

Logo yang mempunyai makna keagamaan yang berbaur dengan kebudayaan kabupaten Sikka

GEDUNG SEKOLAH MENENGAH AGAMA KATOLIK SANTO PETRUS KEWAPANTE

Kesederhanaan menjadi hal utama untuk membangun karakter iman yang kuat

KEGIATAN APEL BENDERA

Kegiatan apel bendera sebagai kegiatan wajib untuk mengenang perjuangan para pejuang

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Mengutamakan keterampilan dan mental untuk iman yang teguh dan berintelektual.

KEGIATAN PRAMUKA

Menjadi kegiatan wajib.

Minggu, 15 Maret 2020

KLB Demam Berdarah Dengue Kabupaten Sikka, “SMAK Santo Petrus Kewapante Perangi Sampah Plastik”

Post : Leo Agung Putra Tibonio


Dilansir dari Suara.com -  “Demam berdarah dengue (DBD) masih menghantui Indonesia. Dilaporkan Kementerian Kesehatan RI, hingga Rabu (11/3/2020) total kematian akibat DBD mencapai 104 jiwa. Dari angka 104 tersebut, 32 kematiam tertinggi berada di Nusa Tenggara Timur, 14 di antaranya berasal dari Kabupaten Sikka. Kabupaten ini juga memiliki kasus tertinggi di tahun 2020, yakni sebanyak 1.216 kasus. Kabupaten Sikka masih ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Status KLB dinyatakan 7 hari setelah SK Bupati yang menyatakan KLB di kab sikka terjadi. Tapi, setelah 7 hari ternyata tren kasus semakin meningkat juga bertambah, karena itu diperpanjang sampe dengan sudah saat ini sudah tiga kali atau tiga minggu dilakukan perpanjangan”.

Sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Sikka dan bentuk kepedulian terhadap masalah DBD di kabupaten Sikka, Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Santo Petrus Kewapante melakukan kegiatan pembersihan lingkungan dengan tujuan untuk menumpas DBD.

Kegiatan pembersihan lingkungan yang dilakukan oleh Pesert Didik SMAK Santo Petrus Kewapante, menyusuri ruas jalan di Desa Waiara, Kecamatan Kewapante.

Target utama penyusuran tersebut adalah sampah plastik, yang menjadi ancaman terbesar berkembangnya wabah DBD.

Selasa, 03 Maret 2020

“SMAK SANTO PETRUS KEWAPANTE SUKSES MENJALANKAN UJIAN AKHIR SEKOLAH MENENGAH AGAMA KATOLIK BERSTANDAR NASIONAL TAHUN 2020"

Post by : Leo Agung Putra Tibonio



Sekolah Menengah Agama  Katolik (SMAK) Santo Petrus Kewapante, sebagai lembaga pendidikan tingkat SMA yang bercirikhaskan Katolik, menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah Menengah Agama Katolik Berstandar Nasional (UA-SMAK-BN), sebagai bagian dari kriteria kelulusan peserta didik tingkat akhir atau kelas XII.
Penyerahan Paket Soal
Oleh Petugas Monitoring DITJEN BIMAS KATOLIK
Kepada SMAK Santo Petrus Kewapante
Berdasarkan surat dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Katolik Nomor B-137/DJ.V/Dt.V.II/PP.003/01/2020 tertanggal 17 januari 2020, Perihal Ujian SMAK Tahun Pelajaran 2019/2020. Penyelenggaraan UA-SMAK-BN mencakupi 3 Mata Pelajaran keagamaan yakni Kitab Suci, Liturgi dan Doktrin Gereja Katolik dan Moral Kristiani dan diikuti oleh seluruh Peserta Didik kelas XII dari semua peminatan yakni Keagamaan, IPA, IPS dan Bahasa. Penyusunan kisi-kisi dan soal dilakukan oleh Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, dibawah dan diserahkan pada satuan pendidikan oleh petugas Monitoring Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Katolik sesuai jadwal pelaksanaan ujian pada tanggal 3 sampai dengan 4 maret 2020 dan untuk ujian susulan dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 11 maret 2020.

Peserta UA-SMAK-BN
SMAK Santo Petrus Kewapante
Peserta UA-SMAK-BN berjumlah 84, yang terbagi dalam 3 (tiga) peminatan yakni Keagamaan berjumlah 43 peserta didik, Ilmu Pengetahuan Sosial berjumlah 23 peserta didik dan Ilmu Pengetahuan Alam berjumlah 18 peserta didik.

2 (Dua) Mata Pelajaran yakni Kitab suci dan Liturgi diujikan pada hari selasa (03/03/2020) mulai pukul 08.00 sampai dengan 12.30 WITA dan 1 (Satu) Mata Pelajaran yakni Doktrin Gereja Katolik dan moral kristiani diujikan pada hari rabu (04/03/2020) mulai pukul 08.00 sampai dengan 10.00 WITA.
Dalam pelaksanaan UA-SMAK-BN pada SMAK Santo Petrus Kewapante berjalan dengan lancar, aman dan tertib dan dihadiri oleh semua peserta ujian serta dipantau oleh Petugas Monitoring Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Katolik kementerian Agama.

“Pada hari pertama pelaksanaan ujian, kami telah memeriksa persiapan penyelenggaraan ujian, berdasarkan instrumen monitoring, SMAK Santo Petrus kewapante dinilai telah memenuhi dokumen administrasi, ketersediaan sarana prasarana, kelengkapan peserta ujian dan pengawas. Secara
Suasana UA-SMAK-BN
keseluruhan penyelenggaraan UA-SMAK-BN pada SMAK Santo Petrus kewapante dengan baik. Tenaga Pendidik dan Panitia hadir tepat waktu dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Peserta ujian hadir tepat waktu dan semua peserta didik hadir selama berjalannya UA-SMAK-BN. Suasana lingkungan sekolah sangat kondusif selama ujian berlangsung. SMAK Santo Petrus sukses dalam pelaksanaan UA-SMAK-BN
” Ungkap Ibu Maria Rosaline dan Ibu Patricia Olivia Jelalu selaku Petugas Monitoring Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Katolik Kementrian Agama.